UPTD SMPN 6 Jorong melaksanakan kegiatan Pesantren Ramadan pada tanggal 23 hingga 27 Februari 2026. Kegiatan ini dirancang untuk menumbuhkan keimanan, membiasakan ibadah, serta membangun karakter positif murid melalui rangkaian aktivitas keagamaan, pembiasaan, dan perlombaan edukatif yang dilaksanakan setiap hari dengan tema berbeda.

Hari pertama diawali dengan pembukaan oleh Kepala Sekolah Bapak Muslimin, S.Pd., M.M., sekaligus pembagian kelompok lomba “Pohon Kebaikan”. Dalam kegiatan ini, murid diminta membuat pohon kebaikan dari karton dan menempelkan sticky note berisi kebaikan yang telah dilakukan, yang diisi secara berkelanjutan hingga hari kelima. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan salat duha dan tadarus Al-Qur’an, materi bimbingan taharah oleh Ibu Nahdah, S.Pd.I. Kajian ini bertujuan untuk menanamkan pemahaman bersuci yang benar bagi murid sebagai syarat sah ibadah serta membiasakan hidup bersih dalam kehidupan sehari-hari. Kemudian ditutup dengan salat Zuhur berjamaah dan majelis.

Hari kedua diisi dengan materi tuntunan salat oleh Bapak Masyuni, S.Pd. Materi ini bertujuan untuk membimbing murid agar memahami tata cara salat yang benar sesuai tuntunan syariat serta menumbuhkan kesadaran pentingnya salat sebagai kewajiban utama seorang muslim. Setelah itu, murid melaksanakan salat duha dan tadarus Al-Qur’an. Kegiatan berlanjut dengan penyampaian materi kisah teladan nabi dan rasul oleh Ibu Fitriyana, S.Pd. Kajian ini bertujuan untuk menanamkan nilai keteladanan para nabi dan rasul kepada murid agar dapat mencontoh sikap jujur, sabar, dan amanah dalam kehidupan sehari-hari. Seluruh rangkaian hari kedua ditutup dengan salat Zuhur berjamaah dan majelis sebagai penguatan nilai-nilai ibadah yang telah dipelajari.

Hari ketiga menghadirkan materi kajian puasa Ramadan yang disampaikan oleh Ibu Agustin Ningrum, S.Pd. Materi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada murid tentang makna, hukum, dan hikmah puasa Ramadan agar ibadah puasa dapat dijalankan dengan penuh kesadaran dan keikhlasan. Kegiatan rutin salat duha dan tadarus tetap dilaksanakan. Selanjutnya, murid mengikuti bimbingan akidah akhlak oleh Ibu Eva Erlina, S.Pd. Bimbingan ini bertujuan untuk menguatkan keimanan murid serta membentuk akhlak mulia dalam bersikap kepada Allah SWT, sesama manusia, dan lingkungan sekitar. Kegiatan hari ketiga ditutup dengan salat Zuhur berjamaah dan majelis.

Hari keempat diwarnai dengan kegiatan “Sedekah Kreatif”. Murid diminta menyiapkan kue atau makanan ringan, membungkusnya secara kreatif, lalu membagikannya kepada masyarakat di sekitar sekolah. Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan kepedulian sosial murid serta melatih kreativitas dalam berbagi kepada sesama dengan cara yang menarik dan menyenangkan. Setelah itu, murid melaksanakan salat duha dan tadarus Al-Qur’an. Pada hari ini juga dilaksanakan lomba kaligrafi yang diikuti oleh seluruh murid. Kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan bakat seni murid dalam menulis huruf Arab sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an dan nilai-nilai keislaman. Kemudian ditutup dengan salat Zuhur berjamaah dan majelis.

Hari terakhir diisi dengan lomba ceramah yang diikuti oleh perwakilan kelas dengan materi seputar kajian Ramadan. Kegiatan ini bertujuan untuk melatih keberanian, kepercayaan diri, serta kemampuan murid dalam menyampaikan pesan-pesan keagamaan di depan umum. Setelah itu, murid mengikuti kegiatan nonton bareng film pendek berjudul “Senantiasa”, kemudian diminta menuliskan refleksi dari film tersebut. Pesantren Ramadan ditutup secara resmi oleh Kepala Sekolah bersama Ketua Pelaksana Ibu Aslammiah, S.Pd.
Pada akhir kegiatan, panitia mengumumkan para pemenang lomba. Pada lomba ceramah, diraih oleh Adila Anindya sebagai Juara 1, Ita sebagai Juara 2, dan Hafizah sebagai Juara 3. Lomba kaligrafi diraih oleh Hafizah sebagai Juara 1, Muslimah sebagai Juara 2, dan Natya sebagai Juara 3. Penghargaan murid teraktif diraih oleh Hafizah sebagai Juara 1, Aidawati sebagai Juara 2, dan Ismail sebagai Juara 3. Untuk lomba pohon kebaikan terbaik, diraih oleh Ita sebagai Juara kelas VII, Dewi Sinta sebagai Juara kelas VIII, dan Fidia sebagai Juara kelas IX. Selain itu, penghargaan murid terdisiplin diundi dari murid dengan kehadiran 100 persen dan diraih oleh Silbiah, Taufikurrahman, dan Dewi Sinta.
Melalui kegiatan Pesantren Ramadan ini, sekolah berharap murid tidak hanya memperoleh pengetahuan keagamaan, tetapi juga terbiasa berbuat baik, disiplin, serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk membentuk pribadi murid yang beriman, berakhlak mulia, dan siap mengamalkan nilai-nilai Ramadan dalam kehidupan sehari-hari.

